Pada perkembangan
teknologi perangkat lunak,
diperlukan adanya bahasa yang
digunakan untuk
memodelkan perangkat lunak
yang akan dibuat
dan perlu adanya standarisasi
agar orang di
berbagai negara dapat
mengerti pemodelan perangkat lunak.
Seperti yang kita
ketahui bahwa menyatukan
banyak orang untuk menceritakan sebuah
ide dengan tujuan
untuk memahami hal
yang sama tidaklah mudah, oleh karena itu diperlukan
sebuah bahasa pemodelan perangkat lunak yang dapat dimengerti oleh banyak
orang.
Banyak orang
yang telah membuat
bahasa pemodelan pembangunan perangkat lunak sesuai dengan
teknologi pemrograman yang berkembang pada saat itu, misalnya yang sempat
berkembang dan digunakan oleh banyak pihak ada lah Data Flow Diagram
(DFD) untuk memodelkan
perangkat lunak yang
menggunakan pemrograman procedural atau structural, kemudian juga ada
State Transition Diagram (STD) yang digunakan untuk memodelkan sistem real time
(waktu nyata).
Pada perkembangan
teknik pemrograman berorientasi
objek, muncullah sebuah standarisasi
bahasa pemodelan untuk
pembangunan perangkat lunak
yang dibangun dengan menggunakan
teknik pemrograman berorientasi
objek, yaitu Unified Modeling
Language (UML). UML muncul karena adanya kebutuhan pemodelan
visual untuk menspesifikasikan, menggambarkan,
membangun, dan dokumentasi dari sistem
perangkat lunak. UML merupakan
bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai
sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks-teks pendukung.
UML hanya
berfungsi untuk melakukan
pemodelan. Jadi penggunaan
UML tidak terbatas pada
metodologi tertentu, meskipun
pada kenyataannya UML paling banyak digunakan pada metodologi berorientasi
objek.Seperti yang kita
ketahui bahwa banyak
hal di dunia
sistem informasi yang tidak dapat dibakukan,
semua tergantung kebutuhan,
lingkungan dan konteksnya. Begitu pula
dengan perkembangan penggunaan
UML bergantung pada
level abstraksi penggunaannya. Jadi
belum tentu pandangan
yang berbeda dalam penggunaan UML
adalah suatu yang
salah, tapi perlu
ditelaah dimanakan UML digunakan
dan hal apa
yang ingin divisualkan.
Secara analogi jika
dengan bahasa yang kita gunakan
sehari-hari, belum tentu penyampaian bahasa dengan puisi adalah hal yang salah.
Sistem informasi bukanlah ilmu pasti, maka jika ada banyak perbedaan dan
interpretasi di dalam sistem informasi merupakan hal yang sangat wajar.
Diagram
UML
UML 2.3 terdiri
dari 13 macam diagram yang dikelompokkan dalam 3 kategori. Pembagian kategori
dan macam-macam diagram tersebut adalah sebagai berikut :
Berikut ini penjelasan singkat dari
pembagian kategori tersebut :
1.
Structure Diagram
adalah kumpulan diagram
yang digunakan untuk menggambarkan suatu struktur statis
dari sistem yang dimodelkan.
2.
Behavior Diagram
adalah kumpulan diagram
yang digunakan untuk
untuk menggambarkan
kelakukan sistem atau
rangkaian perubahan yang
terjadi pada sebuah sistem.
3.
Interaction Diagram
adalah kumpulan diagram
yang digunakan untuk menggambarkan interaksi
sistem dengan sistem
lain maupun interaksi antarsubsistem pada suatu sistem.
Class
Diagram
Diagram kelas
atau Class Diagram
menggambarkan struktur sistem
dari segi pendefinisian
kelas-kelas yang akan dibuat untuk
membangun sistem. Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau
operasi.
·
Atribut
merupakan variable-variable yang dimiliki oleh suatu kelas.
·
Operasi
atau metode merupakan fungsi-fungsi yang dimiliki oleh suatu kelas.
Kelas-kelas yang
ada pada struktur
sistem harus dapat
melakukan fungsifungsi sesuai
dengan kebutuhan sistem.
Susunan struktur kelas
yang baik pada diagram kelas sebaiknya memiliki
jenis-jenis kelas berikut :
·
Kelas main,
yakni kelas yang
memiliki fungsi awal
dieksekusi ketika sistem dijalankan.
·
Kelas yang
menangani tampilan sistem,
yakni kelas yang
mendefinisikan dan mengatur
tampilan ke pemakai.
·
Kelas yang
diambil dari pendefinisian
use case, yaitu
kelas yang menangani fungsi-fungsi yang harus ada
diambil dari pendefinisian use case.
·
Kelas
yang diambil dari pendefinisian data, yaitu kelas yang digunakan untuk memegang atau
membungkus data menjadi
sebuah kesatuan yang
diambil maupun akan disimpan ke basis data.
Use
Case Diagram
Merupakan pemodelan untuk
kelakuan (behavior) sistem informasi
yang akan dibuat. Use case
mendeskripsikan sebuah interaksi
antara satu atau
lebih aktor dengan sistem
informasi yang akan dibuat. Secara kasar,
use case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada di dalam sebuah
sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi itu.
Syarat penamaan pada use case adalah
nama didefinisikan sesimpel mungkin dan dapat dipahami. Ada dua hal utama pada
use case yaitu pendefinisian apa yang disebut aktor dan use case.
·
Aktor merupakan
orang, proses, atau
sistem lain yang
berinteraksi dengan sistem
informasi yang akan dibuat di luar sistem informasi yang akan dibuat itu
sendiri, jadi walaupun
symbol dari aktor
adalah gambar orang,
tapi aktorbelum tentu merupakan
orang.
·
Use case
merupakan fungsionalitas yang
disediakan sistem sebagai
unit-unit yang saling bertukar pesan antarunit atau aktor.
Activity
Diagram
Diagram aktivitas
atau Activity Diagram
menggambarkan workflow (aliran kerja) atau
aktivitas dari sebuah
sistem atau proses
bisnis. Yang perlu
diperhatikan disini adalah bahwa
diagram aktivitas menggambarkan aktivitas
sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang
dilakukan oleh sistem.
Diagram aktivitas juga banyak
digunakan untuk mendefinisikan hal-hal berikut :
·
Rancangan proses
bisnis dimana setiap
urutan aktivitas yang
digambarkan merupakan proses bisnis sistem yang didefinisikan.
·
Urutan atau
pengelompokan tampilan dari
sistem / user
interface dimana setiap aktivitas
dianggap memiliki sebuah rancangan antarmuka tampilan.
·
Rancangan pengujian
dimana setiap aktivitas
dianggap memerlukan sebuah pengujian yang perlu didefinisikan
kasus ujinya.
Sequence
Diagram
Sequence Diagram
menggambarkan kelakuan objek
pada use case
dengan mendeskripsikan waktu hidup
objek dan message
yang dikirimkan dan
diterima antarobjek. Oleh karena
itu untuk menggambarkan
diagram sekuen maka
harus diketahui objek-objek yang terlibat dalam sebuah use case beserta
metode-metode yang dimiliki kelas yang diinstansiasi menjadi objek itu.
Banyaknya diagram
sekuen yang harus
digambar adalah sebanyak pendefinisian use
case yang memiliki
proses sendiri atau
yang penting semua
use case yang telah
didefinisikan interaksi jalannya
pesan sudah dicakup
pada diagram sekuen sehingga
semakin banyak use case yang didefinisikan maka diagram sekuen yang harus
dibuat juga semakin banyak
0 Response to "Apa itu UML ?"
Posting Komentar